Penyebab Kerontokan Rambut Yang Wajib Diketahui

 Penyebab kerontokan rambut | Cara-cara untuk mendiagnosis penyebab kerontokan rambut telah berkembang pesat sejak dahulu, di mana metode singkat seperti observasi, pengalaman dan estimasi digunakan. Kemudian treatment diberikan berdasarkan pengalaman, trial and error dan semua itu memakan jangka waktu yang lama.

Penyebab kerontokan rambut

Melihat situasi tersebut dan adanya kemajuan dalam teknologi trichological, Svenson meluncurkan treatment terbaru di dalam industri yaitu Haffirmations – pendekatan ilmiah untuk mendiagnosa faktor kerontokan rambut secara spesifik yang memungkinkan pencegahan dan solusi treatment secara tepat waktu, akurat, dan efektif.

Haffirmation adalah filosofi baru dari Svenson, sebuah solusi unik yang disesuaikan dengan kebutuhan rambut setiap individu dan menghadirkan terobosan trichological yang didukung oleh ilmu pengetahuan terkini. Program kami terbukti efektif karena dirancang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hidup bebas dari kekhawatiran akan rambut rontok dengan Comprehensive Hair Diagnostics Kit milik Haffirmation yang bisa memberikan test secara ilmiah untuk 5 masalah utama kerontokan rambut – baik itu kerontokan yang sedang terjadi ataupun kondisi berjalan yang tidak terlihat.

Inilah 5 Penyebab Kerontokan Rambut

Comprehensive Hair Diagnostics Kit memberikan tes untuk 5 faktor kerontokan rambut dibawah ini:

1. Genetics

Adanya resiko kerontokan rambut yang disebabkan oleh faktor genetik. Resiko tersebut ditemukan pada gen androgen receptor. Apabila terdapat kandungan DHT yang tinggi pada rambut Anda, kemudian sel dermal papilla serta androgen receptor (AR) Anda tergolong sensitif terhadap DHT, ada kemungkinan besar kerontokan rambut akan terjadi, karena dua faktor tersebut merupakan kontributor besar untuk androgenetic alopecia.

Folikel rambut diambil dan dites untuk urutan androgen receptor. Rangkaian protein AR tersebut mencakup bahan yang disebut sebagai glutamin (GIn) dan berulang di N-terminal. Jumlah dari glutamin terbukti secara tidak langsung berhubungan dengan adanya AR, yang berarti meningkatnya kadar glutamin memungkinkan perkembangan androgenetic alopecia pada pria juga.

2. Stres

Tubuh melepaskan hormon steroid yang disebut sebagai kortisol ketika sedang mengalami stres. Kortisol merupakan hormon steroid yang diproduksi oleh korteks kelenjar adrenal. Hormon tersebut membantu kita untuk mengkonversikan karbohidrat, lemak dan protein menjadi energi, melepaskan glikogen dan menetralkan peradangan mikro. Hormon tersebut juga bisa memperlambat penyembuhan, generasi sel, fungsi metabolisme, dan melemahkan sistem kekebalan yang menyebabkan kelambatan dalam pertumbuhan rambut apabila di keluarkan secara terus menerus dalam jumlah yang banyak.

Tingkat stres secara fisiologis dapat diukur dari jumlah kortisol dalam kandungan darah, tetapi hanya dalam jangka waktu pendek. Rambut mampu menunjukkan tingkat stres seseorang dalam jangka waktu yang lebih panjang. Rambut tumbuh 1.25 cm setiap bulannya, sehingga jumlah kortisol yang ada pada rambut sepanjang 5 cm mampu menunjukkan tingkat stress dalam jangka waktu 4 bulan.

Jumlah kortisol dapat dikurangi dengan cara mempunyai pola hidup yang seimbang, lebih sering berolahraga, dan mempunyai pola makan yang sehat seperti memakan buah-buahan dan sayuran yang lebih banyak. Diagnostic Kit memberikan tes dan memeriksa jumlah kortisol pada rambut untuk mengidentifikasi apakah stress merupakan penyebab utama dari kerontokan rambut Anda.

3. Mineral dan Elemen Toksik

Kadar mineral yang rendah dan toksisitas yang tinggi akan menimbulkan rambut rontok. Rambut merupakan tempat pelepasan elemen toksik yang penting, tidak penting dan berpotensial. Secara umum, jumlah elemen yang tidak mungkin digabung ke dalam pertumbuhan rambut adalah bandingan ke tingkatan elemen dalam jaringan tubuh lain.

Oleh karena itu, analisa rambut dapat memberikan uji penyaringan secara tidak langsung untuk kelebihan fisiologis, defisiensi atau pendistribusian elemen yang tidak seimbang tubuh. Penelitian klinis menunjukkan bahwa tingkat elemen rambut yang spesifik, terutama elemen toksik yang sangat berpotensial seperti kadmium, air raksa, dan racun keras, merupakan elemen yang paling berhubungan dengan gangguan patologis dan juga menghambat pertumbuhan rambut, serta menyebabkan kerontokan.

Mineral merupakan kebutuhan tubuh yang utama, tapi jika terlalu berlebihan atau kekurangan juga bisa menyebabkan efek buruk bagi pertumbuhan rambut, sehingga harus dijaga secara seimbang. Diet dan gaya hidup harus diperhatikan dengan baik karena dapat mempengaruhi siklus pertumbuhan rambut dan kulit.

Diagnostic kit menghasilkan laporan medis secara detail pada kadar mineral dan racun dalam tubuh.

4. Peradangan Mikro

Peradangan mikro adalah peradangan selular kronis yang menyebabkan pelemahan folikel rambut. Peradangan mikro folikel dilibatkan dalam pengembangan alopecia androgenetic. Peradangan tersebut melibatkan penyembuhan kembali sel-sel imun, seperti sel-T dan makrofag (sel-sel biasanya ditemukan di tempat terjadinya infeksi) ke dalam folikel rambut, dimana dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan dan kerontokan rambut.

Perawatan yang professional harus segera dilakukan untuk mengurangi peradangan. Kondisi seperti ini tidak bisa dideteksi dengan kasat mata karena terjadi pada folikel rambut; oleh karena itu sangat diperlukan uji deteksi.

5. Hormon

Ketidakseimbangan pada estrogen, testoteron ataupun DHT mampu mempengaruhi dan memperlambat pertumbuhan rambut. Testoteron merupakan androgen utama yang bersirkulasi pada darah, dan lebih aktif dari Dihydrotestoterone (DHT) dan diproduksi 5αReductase (5αR) pada jaringan perifer, seperti unit pilosebaceous (kelenjar yang memproduksi sebum pada rambut). DHT menstimulasi pelepasan sebum selama masa pubertas; dan terlalu banyak sebum mengakibatkan adanya jerawat.

Pada kondisi pria dewasa, DHT merangsang pertumbuhan kumis tetapi menghambat pertumbuhan rambut pada androgenetic alopecia (AGA). Tingkat DHT yang tinggi juga dapat menyebabkan androgenetic alopecia pada wanita. Mengurangi tingkat DHT dengan cara menghambat 5αR & testosteron dapat menghentikan kerontokan rambut secara efektif pada pasien androgenetic alopecia. Testoteron dan tingkat DHT dapat di analisa melalui sampel rambut yang diakumulasikan pada masa pertumbuhan. Kemudian level hormon yang banyak atau sedikit akan diidentifikasikan melalui laporan yang diterima.

Pasca-Diagnosis: Apa yang Terjadi Setelah itu?

Setelah laporan diagnosa lengkap sudah keluar, program pencegahan atau perawatan dapat didiskusikan dengan trichologist Anda untuk menyesuaikan kebutuhan

Penyebab kerontokan rambut pria, penyebab kerontokan rambut wanita, penyebab kerontokan rambut parah, penyebab kerontokan rambut pada anak, penyebab kerontokan rambut pada remaja, penyebab kerontokan rambut pada ibu menyusui, penyebab kerontokan rambut pada bayi, penyebab kerontokan rambut pada pria muda, penyebab kerontokan rambut adalah, cara mengatasi kerontokan rambut secara alami.

Itulah 5 Penyebab kerontokan rambut semoga bermanfaat

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama