10 Mitos Diet Yang Terbantahkan

Berbicara tentang Mitos Diet Hampir setiap wanita di dunia, dan kini termasuk pria juga, telah mencoba beberapa program diet hingga level tertentu, atau setidaknya pernah membaca dan mendengar nasehat-nasehat berkaitan dengan diet.  

Mitos diet yang salah,mitos fakta tentang diet,mitos dalam diet,mitos fakta diet,mitos seputar diet,mitos dan fakta seputar diet,mitos tentang diet

Tapi diet sendiri sebenarnya konsep yang membingungkan, terutama apabila disampaikan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pengetahuan nutrisi dan diet itu sendiri. Jadi tidak heran jika anda menemui banyak artikel yang saling bertentangan dalam beberapa konsep.

Mitos diet ini dikumpulkan dari beberapa sumber informasi terpercaya, dan juga telah terbantahkan dengan berbagai penelitian khususnya pada bidang nutrisi dan diet

10 Mitos Diet Yang Terbantahkan


Berikut 10 Mitos Diet Yang Terbantahkan


1. Anda bisa menghilangkan lemak dengan cepat.

Ini tidak benar. Anda bisa mengurangi berat badan dengan cepat, tapi pengurangan itu sebenarnya ada pada jumlah air dan jaringan tubuh ramping (jaringan tak berlemak). Setelah itu, jumlah kandungan air kembali meningkat, tapi jaringan ramping tidak. Akan sangat sulit untuk mengurangi atau menghilangkan lemat lebih dari satu kilogram per minggu. Semakin kecil dari 1 kilogram, semakin logis bagi wanita kebanyakan. Sedangkan proses penghilangan lemak secara cepat tidak mungkin berefek permanen.

2. Semua perhitungan Kilojoule* (kj) adalah sama.

Setiap gram lemak mengandung 37kj, tetapi setiap gram karbohidrat hanya mengandung 16kj. Tubuh lebih mudah mengubah lemak makanan menjadi lemak tubuh dibanding mengubah karbohidrat menjadi lemak. Sebuah penelitian di Amerika berpendapat bahwa memakan lemak dapat menyebabkan kegemukan, tapi memakan karbohidrat justru merangsang tingkat metabolisme tubuh, jadi tubuh kita lebih banyak membakar kilojoule.

Setelah makan makanan berlemak tinggi, tubuh hanya membakar sekitar satu hingga tiga persen kilojoule yang dikonsumsi. Setelah makan makanan berkarbohidrat tinggi, tubuh membakar sekitar 6 hingga 20 persen kilojoule yang dikonsumsi. Jadi jelas perhitungan kilojoule yang terbakar berbeda.

3. Menghitung jumlah kilojoule adalah cara yang tepat untuk mengurangi berat badan

Seperti yang telah disinggung di atas, kilojoule pada lemak jauh lebih buruk daripada yang ada dalam karbohidrat. Ada poin penting juga di sini: menghitung dan membatasi jumlah kilojoule adalah hal yang baik, tapi ingat, makanan yang baik juga harus memenuhi persyaratan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

4. Frekuensi makan yang banyak menyebabkan kegemukan

Tidak ada yang salah dengan membagi porsi dan frekuensi makan menjadi lebih banyak atau rapat, misalnya dari 3 kali sehari menjadi 5 kali sehari, tentu dengan porsi yang jika dijumlahkan secara keseluruhan sama atau kurang. Bahkan tingkat metabolisme tubuh meningkat seiring meningkatnya frekuensi makan. Justru yang menjadi masalah adalah apa yang anda makan di sela-sela makan besar tersebut. Banyak orang menyukai makanan ringan seperti coklat, keripik, kue, donat, biskuit, dll yang semuanya mengandung lemak tinggi!

Anda bisa memberikan porsi makanan ringan pada salah satu frekuensi makan anda dalam sehari. Tapi pastikan makanan ringan itu termasuk makanan berkarbohidrat dan rendah lemak seperti kentang, roti putih (roti tawar), nasi, cereal, buah-buahan, susu rendah lemak, dan yakinlah berat badan anda tidak akan bertambah.

5. Seseorang menjadi gemuk karena tidak mengkombinasikan makanan dengan tepat

Gagasan bahwa tubuh akan mengubah makanan menjadi lemak jika anda memakan karbohidrat bersamaan dengan protein sama sekali tidak benar. Cairan di dalam pencernaan kita mengandung enzim-enzim untuk mencerna semua itu. Lagipula, faktanya, asupan makanan seperti ASI, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sereal menggabungkan protein dan karbohidrat (dan terkadang lemak) dalam satu makanan.

Mungkin gagasan ini muncul karena adanya lemak dari makanan yang tidak dicerna secara sempurna. Nah, kenyataannya lagi, jika anda mendapatkan masalah pada pencernaan, maka efeknya adalah diare, bukan peningkatan berat badan!

6. Berpuasa adalah cara paling ideal untuk menurunkan berat badan

Kenyataannya berpuasa mengurangi jaringan tubuh ramping dan justru memperlambat pengurangan lemak. Tanpa jumlah air dan serat makanan yang cukup, pembuangan racun juga akan menurun dari biasanya.

Puasa justru tidak baik sebagai bagian dari proses diet. Tubuh tidak dapat membedakan antara kondisi berpuasa dan rasa lapar. Tanpa makanan, tubuh akan mengais energi dengan cara mengurangi tingkat metabolisme tubuh.  Tanpa proses metabolisme yang baik, proses diet seperti olahraga, dll justru bisa berbahaya.

Oleh karena itu, apabila anda berpuasa Ramadhan, Senin-Kamis, dan puasa sunnah lainnya dengan niat diet, percuma saja. Hehe, niatlah puasa semata-mata karena Allah

7. Jika terlalu banyak lemak tidak baik bagi berat badan, maka yang sedikitpun jangan disentuh

Beberapa makanan memberikan kilojoule jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh. Tapi itu bukan berarti anda harus menghindari semuanya. Cukup baik kok apabila anda kemudian memilih makan kue coklat, menikmatinya dengan total, lalu kembali lagi ke pola makan yang sehat. Kenyataannya, tubuh juga butuh lemak!

Makanan lain seperti es krim mengandung protein dan kalsium; dan satu porsi kecil tidak akan menambah berat badan anda. Es krim rendah lemak dan yoghurt juga bisa jadi makanan kudapan yang nikmat, bukan?

8. Beberapa jenis makanan membantu mengurangi lemak

Banyak orang makan jeruk, nanas, telur rebus dengan harapan makanan-makan tersebut bisa “meluruhkan” lemak di dalam tubuh mereka. Faktanya, tidak. Sebagian lainnya makan makanan rendah kilojoule, meyakini bahwa makanan tersebut dapat menghilangkan lemak. Faktanya, ya memang ada yang berkurang: jumlah kilojoule-nya, tapi bukan lemaknya.

9. Satu-satunya sebab kegemukan adalah makan terlalu banyak

Makan terlalu banyak memang bisa menyebabkan kegemukan, tapi ada faktor penting lain yang juga penting: faktor keturunan (genetik). Beberapa orang terlahir dengan kemampuan pembakaran kilojoule yang rendah. Hasilnya, metabolisme menjadi tidak efisien dan semua sisa kelebihan makanan kemudian disimpan di dalam tubuh. Rendahnya tingkat aktivitas dan kurangnya berolahraga juga menjadi faktor penting penyebab kegemukan.

10. Olahraga pasif dapat menggantikan peran olahraga aktif

Hanya duduk-duduk di atas “mesin” yang mengguncang-ngguncangkan tubuh anda saja tidak akan menurunkan kadar lemak di dalam tubuh anda. Berjalan kali, jogging, berenang, menari, bersepeda, dan aktivitas fisik lainnya akan membakar lemak dan menjadikannya energi

Itulah sekilah uraian tentang 10 Mitos Diet Yang Terbantahkan semoga membantu menambah pengetahuan anda

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama